Meluruskan Anggapan Wahabi “Membuat Tumpeng Langsung Menjadi Hindu”

263

Dishare dari Ustadz Ma’ruf Khozin

Baldatuna.com – Jawaban Tumpeng ‘Dapat’ Menjadi Hindu (1)

Sudah biasa mereka gegabah menghukumi tradisi secara tiba-tiba dihukumi haram, menyerupai agama lain dan sebagainya. Mari kita belajar dari pendapat ulama yang dianut mayoritas umat Islam di Indonesia. Dan saya sudah klarifikasi kepada tokoh agama Hindu di Surabaya berkenaan dengan kutipan mereka yang mengambil dari kitab Hindu padahal mereka tidak mengerti kitab dalam agama lain, termasuk belum menguasai kitab-kitab dalam Islam sendiri.

Salah satu postingan wahabi yang viral akhir-akhir ini

Anjuran Banyak Bersedekah

Dalam tulisan tersebut sangat tidak suka dengan tumpengan karena teramat sering dilakukan, khususnya saat bangun rumah, selamatan atas kelahiran anak, 17-an dan sebagainya. Tentu mereka tidak memahami produk fikih, bahwa apa yang telah dilakukan masyarakat Muslim di Nusantara ini berkenaan dengan tumpengan tadi adalah bagian dari bersedekah. Imam An-Nawawi berkata:

ﻳﺴﺘﺤﺐ ﺃﻥ ﻳﺘﺼﺪﻕ ﺑﺸﺊ ﻋﻨﺪ ﺧﺮﻭﺟﻪ ﻭﻛﺬا ﺃﻣﺎﻡ اﻟﺤﺎﺟﺎﺕ ﻣﻄﻠﻘﺎ ﻛﻤﺎ ﺳﻨﻮﺿﺤﻪ ﺇﻥ ﺷﺎء اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻓﻲ ﺑﺎﺏ ﺻﺪﻗﺔ اﻟﺘﻄﻮﻉ

“Dianjurkan bersedekah dengan apa saja bagi orang yang akan berangkat haji. Demikian pula dianjurkan sedekah sebelum melakukan keperluan secara mutlak seperti yang akan kami jelaskan insyaallah di Bab Sedekah Sunah” (Al-Majmu’, 4/399)

Di bab berikutnya Imam An-Nawawi berkata:

ﻳﺴﺘﺤﺐ اﻹﻛﺜﺎﺭ ﻣﻦ اﻟﺼﺪﻗﺔ ﻋﻨﺪ اﻷﻣﻮﺭ اﻟﻤﻬﻤﺔ ﻭﻋﻨﺪ اﻟﻜﺴﻮﻑ ﻭاﻟﺴﻔﺮ ﻭﺑﻤﻜﺔ ﻭاﻟﻤﺪﻳﻨﺔ ﻭﻓﻲ اﻟﻐﺰﻭ ﻭاﻟﺤﺞ ﻭاﻷﻭﻗﺎﺕ اﻟﻔﺎﺿﻠﺔ ﻛﻌﺸﺮ ﺫﻱ اﻟﺤﺠﺔ ﻭﺃﻳﺎﻡ اﻟﻌﻴﺪ ﻭﻧﺤﻮ ﺫﻟﻚ

“Dianjurkan memperbanyak sedekah di saat hal-hal yang penting. Juga di saat gerhana, bepergian, di Makkah, Madinah, saat perang, haji, waktu-waktu utama seperti 10 Dzulhijjah, hari raya dan sebagainya” (Al-Majmu’ 6/237)

Bersambung, insyaallah …




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *