“Kalau Aku Mati Gak Usah Kau Kirimi Fatihah,” Tapi Ternyata…

493

Baldatuna.com – Dulu ada ulama besar yang bernama Syaikh ‘Ibnu ‘Abdissalam yang mempunyai gelar Shulthonul ‘ulama i a’laam. Shohibul Kitab Qowaaidil Ahkaam.

Beliau berwasiat kepada santrinya yang ‘aliim dan sholeh..: “Jika aku mati kelak..tak usah kau kirimi aku fatikhah.. karena aku yakin itu tak akan wushul (tak akan sampai) kepada orang yang mati. Cukup fatikhah itu untuk kamu sendiri saja.

Singkat cerita.. Sang Guru, Syaikh ‘Ibnu Abdissalam ini wafat. Beberapa hari setelah itu, salah seorang santrinya yang disayang, santri senior didatangi beliau dalam mimpi.

Dalam mimpi itu Syaikh ‘Ibnu ‘Abdissalam berkata kepada muridnya itu: “dulu aku pernah melarangmu untuk mengirimi aku fatikhah, setelah aku tiada.. maka sekarang kirimilah aku fatikhah, karena sekarang aku menyaksikan sendiri bahwa fatikhah dan doa-doa yang dikirimkan untuk orang-orang yang sudah mati itu ternyata wushul.. sampai kehadirat/kepada mereka-meraka, orang yang telah mati. Wa fii riwayatin… Aw kamaa Qool … Allahu Yarham wal Maghfur .

Dawuh Mbah Yai ‘Abdullah Faqih – Langitan Tuban.

Source: facebook Mochammad Saiful