GP Ansor Surabaya Tolak Berdirinya Rumah Musik di Eks Lokalisasi Dolly dan Jarak

173

Pengurus Cabang Ansor Surabaya menolak rencana akan adanya berdiri rumah musik di kawasan eks lokalisasi Jarak dan Dolly di Surabaya. Penolakan tersebut dilakukan dengan menggelar aksi di depan PN Surabaya, Kamis (30/8/2018).

Ketua PC Ansor kota Surabaya Faridz Afif mengatakan, bahwa penolakan dilakukan karena khawatir munculnya bibibt-bibit lokalisasi di Dolly dan Jarak, “Kami instruksikan untuk melakukan aksi,” jelasnya.

Afif juga menyebutkan, pihaknya menggelar aksi karena ada pihak yang menggugat Pemkot Surabaya ke PN Surabaya. Mereka berharap PN Surabaya mengabulkan gugatan mereka untuk membuka rumah musik di kawasan eks lokalisasi.

“Mereka mau izin untuk dibuka kembali rumah musik di Dolly. Sebenarnya kalau diberikan izin rumah musik, maka akan timbul lagi bibit prostitusi. Kita harapkan jangan sampai muncul kembali. Senin depan siding gugatannya digelar,” terangnya.

Sekedar diketahui, awal Februari lalu, sejumlah warga yang menyatakan diri sebagai Komunitas Pemuda Independent (KOPI) membuka posko pengaduan perampasan hak ekonomi warga di Jalan Jarak. Komunitas itu mengklaim telah melayangkan gugatan hukum terhadap Pemkot Surabaya atas perampasan hak ekonomi warga, dan meminta ganti rugi ekonomi mencapai Rp2,7 triliun. (TRI)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *