Dulu Seolah Membela Sekarang Mencela, Kelompok ini Tidak Pernah Tulus Mencintai Para Ulama

335

Baldatuna.com – Masih ingatkah ketika pengacara Humphrey Djemat mencecar pertanyaan kepada KH. Ma’ruf Amin, dalam persidangan kasus dugaan penistaan agama (Al-Maidah 51) yang digelar Pengadilan Negeri Jakarta Utara, di Kementerian Pertanian, Selasa (31/1/2017)? mereka sontak kalap, mereka ramai-ramai membela KH. Ma’ruf Amin dan menyerang habis Humphrey Djemat, bahkan di medsos banyak yang mengancam ingin membunuhnya.

Lantas apa yang terjadi kini, ketika Puisi Ibu Indonesia Sukmawati Soekarno Putri digoreng oleh mereka, di mana posisi Pak Kyai Amin berada di seberang kubu mereka? Ramai-ramai mereka mencela Pak Kyai, tidak luput FZ bersuara menyebut Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin tidak mengerti politik, belum lagi di Group Whats App banyak orang tidak berakal melawan Pak Kyai dengan berkomentar: “Kami hanya mengikuti Al-Qur’an dan Hadits, kami tidak mengikuti Pak Ma’ruf.”

Sikap ambivalen yang diperlihatkan oleh kerumunan Pendemo menandakan bahwa mereka tidak mencintai Ulama sebagaimana kampanye mereka selama ini “jangan mengkriminalisasi ulama”. Kerumunan Islam Simbolis ini hanya mencintai proyek politik berjudul “Mari Ahokkan Sukmawati.” Sebuah proyek lapor-melapor serta pengerahan massa demo untuk kepentingan Pilkada Jabar dan Sumut 2018, serta Pilpres 2019, dengan memanfaatkan kebodohan kerumunan umat Islam Simbolis. Jualan agama itu paling gampang dan murah, biar saja umat islam berdarah-darah yang penting kekuasaan bisa diraih. Bagi politisi yang tidak bermoral, politik memang tidak beragama dan Tuhannya adalah Kekuasaan.

*tetap istiqomah di aswaja annahdliyyah jangan aswaja lainiyyah.

Oleh: Sha leem 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *