Ahmad Dhani Minta Perlindungan Gus Dur, Saat Dituduh Menistakan Agama Oleh FPI

666

Baldatuna.com – Tentu kita masih ingat bagaimana Dhani sempat dituduh sebagai agen Yahudi, karena memakai simbol-simbol Iluminasi dan Freemason, dua organisasi konspiratif, dalam album grup musik Dewa. Bahkan lagunya berjudul Sweetest Place ditelanjangi oleh mereka yang cinta teori konspirasi, terutama pada lirik yang berbunyi “I’m welcoming an eye into the darkest one”. Kata ‘an eye’, sebuah mata, dicurigai merujuk pada satu mata Dajjal.

Dhani juga pernah diprotes oleh FPI, karena menjadikan sampul album Laskar Cinta yang bermodel kaligrafi ‘Allah’ sebagai penutup lantai panggung konser. Bahkan saat berbenturan pendapat dengan kelompok Islam garis keras, ia sempat meminta perlindungan Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid).

Pada 2005 lalu Ahmad Dhani sempat berseteru dengan front pembela Islam (FPI). Penyebabnya adalah simbol yang dipakai Dewa (grup band Dhani). FPI menilai simbol itu mirip kaligrafi lafal “Allah”.

Simbol itu kemudian ditempel di lantai, sementara Dhani dan grup band-nya bernyanyi di atasnya. Sehingga FPI menafsiri Dhani dan teman-temannya melecehkan Allah.

Ketika kisruh Ahmad Dhani vs FPI meruncing, Gus Dur tampil memberikan dukungan kepada Dhani. Menurut Dhani saat itu, Gus Dur adalah pemimpin sejati. Dia melindungi yang lemah dan ia tidak melihat siapapun. Kalaupun ia harus dibela ya harus dibela itu menurut Gus Dur.

Beliau tidak takut berhadapan dengan siapa. Dan harus berkepentingan untuk apa. Apakah itu pembelaannya bersifat strategis atau tidak. Jadi apapun yang dianggap benar, beliau bela.

“Saya pernah menemui atau mengalami pembelaan beberapa pemimpin atau ulama setengah-setengah tapi tidak all out seperti Gus Dur,” jelasnya. Karena merasa di Bela, Dhani pernah menangis ketika berziarah ke makam Gus Dur di Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

Oleh: Redaksi Baldatuna.com




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *